Lazismu Kabupaten Mojokerto dapat Predikat Opini sesuai Syariah dari Kemenag

Memberi Untuk Negeri

Lazismu Kabupaten Mojokerto dapat Predikat Opini sesuai Syariah dari Kemenag

November 12, 2020 berita 0
Penyerahan berkas audit syariah dari Lazismu Kab. Mojokerto ke tim audit syariah Kemenag Kab. Mojokerto.

Lazismumojokerto.org – Lazismu Kabupaten Mojokerto mendapatkan skor 92,45 dari hasil audit syariah oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto. Angka tersebut berarti Lazismu tercatat sebagai lembaga zakat dengan predikat Opini sesuai Syariah.

Predikat tersebut didapatkan setelah tim audit syariah Kantor Kemenag Kab. Mojokerto melakukan serangkaian proses audit syariah, Selasa (10/11) di Zakat Center Lazismu Kab. Mojokerto. Di hari yang sama, hasil audit syariah tersebut dapat diumumkan.

Ama Noor Fikry, ketua tim audit syariah Kemenag Kab. Mojokerto menyebutkan transparansi keuangan Lazismu Kab. Mojokerto patut diacungi jempol. “Transparansi Lazismu Kab. Mojokerto ke publik sudah baik. Laporan keuangan sudah diterbitkan di majalah setiap bulan, versi online juga ada,” ujar Fikry.

Menurut Fikry, sebagai lembaga publik, transparansi menjadi hal utama yang harus dilakukan. Sebagai lembaga zakat yang baru berkembang, mereka juga menilai administrasi Lazismu Kab. Mojokerto sudah baik. Hal yang perlu ditingkatkan selain administrasi yakni penghimpunan. “Semuanya bertahap karena masih proses berkembang,” ungkap Fikry memotivasi.

Hasil Audit Syariah dari Kemenag

Staff keuangan Lazismu Kab. Mojokerto, Nizar Dwi Ardhani bersyukur atas hasil audit syariah tersebut. “Sebagai lembaga zakat yang masih berkembang, hasil ini cukup memuaskan. Ini memotivasi kita untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja,” tutur Nizar.

Ia berharap, di masa mendatang penghimpunan Lazismu Kab. Mojokerto bisa lebih ditingkatkan. “Yang paling harus ditingkatkan penghimpunan, kalau penghimpunan tinggi, semakin leluasa untuk menyalurkan kepada yang membutuhkan,” imbuh Nizar.

Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Kab. Mojokerto, M. Rofiuddin menilai hasil audit syariah tersebut sudah setara dengan kapasitas sebagai lembaga zakat yang usianya masih muda dibandingkan lembaga lain.

“Skor tersebut merupakan tantangan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas penyaluran dan manajemen. Terima kasih kepada semua elemen yang sudah membantu kita, seperti ibu-ibu Aisyiyah dan semua ortom dan amal usaha yang telah bersinergi,” pungkas Rofiuddin.

Beberapa poin yang dinilai dalam audit syariah di antaranya substansi pengumpulan zakat dari muzakki, nizab zakat, pembukuan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Selain itu, transparansi pelaporan ZIS, penyaluran zakat sesuai asnaf, standar waktu penyaluran ZIS, dan penggunaan hak amil. (ich)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Hai, ada yang bisa kami bantu?