Hampir Putus Sekolah, Diselamatkan Tetangga untuk Mondok di MBS

Memberi Untuk Negeri

Hampir Putus Sekolah, Diselamatkan Tetangga untuk Mondok di MBS

October 5, 2020 Kisah Mustahik 2
Ayu dan Chinta, dua santri MBS Kutorejo yang membutuhkan uluran tangan para donatur. (Foto: Lazismu Kab. Mojokerto)

Lazismumojokerto.org – Roda yang terus berputar, tanda masih ada hidup. Siapa yang tahu, kemana takdir Allah membawa kita? Berasal dari kota yang menjadi pintu barat Indonesia dari Samudera Hindia, Nova Susanti beserta ketiga anaknya yang sempat hampir putus sekolah kini melanjutkan cerita hidup di Bumi  Majapahit.

“Saya sudah dua tahun di Mojokerto,” ujarnya kepada Lazismu Kabupaten Mojokerto.

Bukan tiba-tiba Nova berada di sini. Semua bermula saat suami yang belum lama menikahinya, terserang tumor hati dan berpulang setelah lima bulan dirawat di sebuah rumah sakit di Padang.

Menjadi single parent untuk anak-anak yang masa depannya masih panjang menjadi peran yang harus dilakoninya kini. Mojokerto menjadi kota pilihannya merantau dan melanjutkan hidup.

“Saya tiga bersaudara. Salah satu adik saya ada di Mojokerto. Saya memilih ke sini,” tuturnya.

Menjalani hidup di rumah kontrakan, mengasuh tiga anak, sambil mencari nafkah untuk kelangsungan hidup dan pendidikan buah hatinya ia jalani setiap hari. Bukan sebuah pekerjaan mudah, tentu saja. Terlebih, pandemi menjadikan semua aktivitas mencari nafkah terasa lebih sulit.

Apa saja ia lakukan asal mendapatkan upah yang halal. Mulai dari menjadi buruh setrika tetangga-tetangganya, hingga berjualan penganan ringan di depan rumah. “Tapi, sudah seminggu ini tidak jualan. Pandemi, semua sepi,” kisahnya saat Lazismu bertandang ke rumah kontrakannya di kecamatan Mojoanyar, Kamis (10/9) lalu.

Kasih sayang Allah seringkali ditampakkan melalui ujian yang berliku. Pertengahan tahun jelang kenaikan kelas, dua putri Ibu Nova, Ayu Dwiriva Leosa dan Chintia Srileosa terancam putus sekolah. Hampir saja keduanya pulang ke Padang sebab ada yang siap membiayai sekolahnya di sana.

Namun, tentu saja hal itu bukan menjadi pilihan terbaik. “Kembali ke Padang juga tentu butuh biaya tak sedikit. Saya di sana juga tidak punya pekerjaan,” tutur Nova.

Salah satu donatur Lazismu yang juga tetangganya, Bapak Moh. Tinggal, akhirnya mengetahui kisah ini. Kedua putri Ibu Nova ini lantas ditawari melanjutkan sekolah di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Kutorejo. Tak berpikir panjang, keduanya serempak mengangguk dengan senang hati.

“Ayu memang suka belajar agama. Pernah menjuarai lomba hafalan ayat saat di SD dulu. Kalau Cinta bagus dalam pergaulannya. Mereka senang sekolah di MBS. Tak pernah mengeluh bagaimanapun keadannya, sekalipun uang saku habis. Mereka diam, tidak menyusahkan,” kisah Nova haru.

Meski tak ada lagi yang membantu kesehariannya kini, namun Nova bersyukur, kedua putrinya bisa tetap melanjutkan sekolah. Pembaca yang budiman, jika Anda ingin mengambil peran untuk pembiayaan sekolah kedua putri Ibu Nova di MBS Kutorejo, salurkan donasi Anda melalui nomor rekening 6677889900 (BRI Syariah), 899930000 (BNI Syariah), 9988776618 (Bank Syariah Mandiri), dan 7040017772 (Bank Muamalat).

 

2 Responses

  1. Setelah dua bulan usaha kami terseok-seok, ketika PSBB sudah mulai longgar kami pun kembali meningkatkan produksi lagi dan berjualan dengan modal seadanya secara tambal sulam. Setiap hari saya dan istri promo melalui grup WhatsApp (WA) atau medsos lainnya. Pengiriman pun kami lakukan dengan hati-hati dengan tetap mengikuti protokol yang berlaku. Walau tertatih tatih kami tetap jalani karena kondisinya memang seperti itu. Sepertinya usaha kami sudah kembang kempis tambah Aksar. Alhamdulillah, kini ada program pemberdayaan ekonomi dari LAZISMU yang bekerjasama dengan perusahaan besar, seperti Alfamidi, Wardah dan Muzaki Anggoro Eko Cahyo. Berkat bantuan dari LAZISMU seolah kami mendapat suntikan semangat dan juga tambahan dana untuk modal usaha. Usaha kami pun jalan lagi. Apalagi pada masa pandemi yang masuk ke jurang resesi ini, terbuka jalan lebar bagi kami berdua untuk berwirausaha, karena mengandalkan pendapatan dari gaji guru juga tidak memungkinkan, selain itu sekolah juga mengalami kesulitan dalam hal keuangan. ujar Aksar dengan senyum tegarnya.

    • admin says:

      Alhamdulillah.. semoga dapat bermanfaat untuk mengembangkan usahanya 🙂 tetap bersyukur sambil berusaha, jangan lupa bersedekah 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Hai, ada yang bisa kami bantu?