5 Orang ini Terpilih Jadi Penerima Program Pemberdayaan UMKM

Memberi Untuk Negeri

5 Orang ini Terpilih Jadi Penerima Program Pemberdayaan UMKM

September 8, 2020 berita 0
Penerima program pemberdayaan UMKM Lazismu

Lazismumojokerto.org – Ibarat uang kaget yang harus habis dibelanjakan dalam waktu singkat. Seperti itulah rasanya saat Lazismu Kabupaten Mojokerto menerima informasi program pemberdayaan UMKM dari Lazismu Pusat. Tak sampai sepekan waktu  yang diberikan oleh Lazismu pusat kepada daerah untuk mengumpulkan nama-nama yang diajukan jadi penerima program pemberdayaan UMKM tersebut. Intinya, harus secepatnya.

Segera saja, Lazismu Bumi Majapahit ini melakukan sosialisasi melalui berbagai media sosial. Tak sampai tiga hari, belasan proposal dari beragam jenis usaha masuk ke alamat email. Setelah melakukan serangkaian pengecekan dan penyusunan anggaran, ketiga belas pengajuan tersebut akhirnya dikirimkan ke Lazismu pusat melalui Lazismu Jawa Timur.

Hari demi hari berlalu. Sambil menunggu, sambil terus berdoa. Siapa tahu beruntung mendapatkan hibah modal usaha hasil dari CSR Wardah Kosmetik, donasi uang kembalian pelanggan Alfamidi, zakat maal Anggoro Eko Cahyo, dan juga Lazismu.

5 Penerima Manfaat Program Pemberdayaan UMKM

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Akhir bulan Agustus, muncul nama-nama penerima program pemberdayaan UMKM. Alhamdulillah, lima UMKM dari belasan proposal yang diajukan ke pusat terpilih menjadi penerima manfaat program.

Kelima UMKM itu ialah Warung Shoimah milik Ibu Sit Chotimah, warga kecamatan Trawas. Usaha yang dibangun sejak 8 tahun lalu ini menjual berbagai jenis masakan. “Alhamdulillah, terima kasih Lazismu, mudah-mudahan dengan menerima program ini, usaha saya bisa lebih berkembang,” ujar Chotima yang juga donatur Lazismu.

Ada pula Arif Teguh Wijaksono, warga kecamatan Ngoro yang setiap hari berjualan mie telur keliling dari sekolah dan pabrik-pabrik. “Dulu sebelum corona, sehari bisa habis tiga kilo mie dan telur. Karnea corona, sekarang anjlok sampai separuhnya. Alhamdulillah, bantuan dari Lazismu ini saya gunakan untuk mengembangkan jualan es, supaya lebih beragam jualannya,” kata Arif yang kehilangan pemasukan karena sekolah diliburkan oleh pemerintah.

Sementara itu, Aris Munandar dan Wiwin Ratna Sari, keduanya warga kecamatan Ngoro dan kecamatan Mojosari sudah lama bermimpi membangun usaha di rumah. “Nabung, ingin buka usaha jualan di rumah, karena di sini banyak anak kecil. Dapat info dari kakak saya yang guru TK Aisyiyah, akhirnya saya mengajukan,” ujar Ratna, sapaan karibnya.

Dengan modal dari Lazismu, Ratna membuat gerobak untuk berjualan kebab di depan rumahnya. Hal yang sama dilakukan Arif yang juga kader Muhammadiyah. “Saya buat rombong untuk jualan roti bakar dengan topping kekinian,” ungkap Aris.

Penerima program pemberdayaan UMKM yang terakhir adalah Koperasi Mutia Bina Makmur milik SMK Muhammadiyah 3 Ngoro. Kepala SMK Muhammadiyah 3 Ngoro, Ednan Rudianto menyebut, pengelola koperasi menjadi salah satu yang terdampak pandemi.

“Alhamdulillah, yang kami dapatkan dari Lazismu ini akan kami manfaatkan untuk mengembangkan koperasi yang belum lama kami bangun ini. Mudah-mudahan bisa berkembang,” tuturnya.

Di tengah pandemi seperti ini, hampir semua sektor merasakan dampaknya. Tak banyak usaha yang harus gulung tikar lantaran kehilangan pasar. Bantu pemilik usaha kecil agar bangkit dan tetap berdaya.

Salurkan donasi Anda melalui nomor rekening 6677889900 (BRI Syariah), 899930000 (BNI Syariah), 9988776618 (Bank Syariah Mandiri), dan 7040017772 (Bank Muamalat).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Hai, ada yang bisa kami bantu?