Keliling 12 Hari, Semprot Disinfektan Lebih dari 400 titik se-Kabupaten Mojokerto

Memberi Untuk Negeri

Keliling 12 Hari, Semprot Disinfektan Lebih dari 400 titik se-Kabupaten Mojokerto

April 1, 2020 artikel 0
Tim Anti Covid-19 Muhammadiyah Mojokerto




Foto Bersama Setelah Penyemprotan di Panti Asuhan Muqorrobin, Sooko

Wabah Corona Virus Disease (Covid-19) telah banyak mengubah wajah dan perilaku penduduk dunia. Tak terkecuali Indonesia, pun di Kabupaten Mojokerto. Sejak 2 Maret 2020, secara resmi kasus pertama kali terjadi di Indonesia. Jumlah pasien positif semakin hari meningkat tajam seolah penyebaran virus tersebut tak terbendung meski beragam cara telah dilakukan oleh semua pihak.

Lazismu Kabupaten Mojokerto dengan cepat merespon kondisi tersebut dengan membentuk Tim Anti Covid-19 bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), serta berbagai elemen masyarakat seperti PKK dan Karang Taruna.

Terhitung, sejak Kamis sore, tepatnya 19 Maret 2020, Tim Anti Covid-19 mulai bergerak melakukan penyemprotan disinfektan ke masjid, mushola, SPBU, hingga tempat ibadah agama lain seperti gereja dan klenteng. Hingga 31 Maret, terhitung 12 hari sejak hari pertama aksi, Lazismu bersama tim Anti Covid-19 telah melakukan penyemprotan ke 18 kecamatan se-Kabupaten Mojokerto meliputi lebih dari 400 titik semprot, dengan jumlah 20 relawan lapang.

“Ini menjadi bukti bahwa di masa wabah, di mana semua orang diimbau tetap di rumah, namun relawan justru berada di garda terdepan untuk memastikan fasilitas umum yang banyak terjamah masyarakat tetap aman dan nyaman setiap saat,” tutur Sudirman, ketua Tim Anti Covid-19 Muhammadiyah Kabupaten Mojokerto.

Selain aktivitas semprot disinfektan, tim Anti Covid-19 melengkapi aksi sosial tersebut dengan melakukan edukasi kepada warga untuk tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat. Salah satunya dengan mengimbau rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Di sela sosialisasi tersebut, tidak sedikit warga yang tertarik ikut mendaftar menjadi donatur Lazismu karena ingin berperan dalam aksi kemanusiaan seperti saat ini. Rencana ke depan, Tim Anti Covid-19 Muhammadiyah Kabupaten Mojokerto akan membuat lumbung pangan untuk kebutuhan dhuafa selama masa wabah menjelang Ramadhan. (kar)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Hai, ada yang bisa kami bantu?