Si Kecil Peniru Ulung

Saat bunda shalat, si kecil mengikuti gerakan shalat bunda. Saat ayah duduk bermain handphone, si kecil mengikuti gerakan ayah dengan ‘pura-pura’ main handphone. Saat si kakak bermain, si kecil mengikuti gerakan permainan kakak. Sudahkah kita menyadari bahwa si kecil menirukan berbagai hal yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya?

Pernahkah Ayah-Bunda menginginkan anak rajin ke masjid, tapi Ayah-Bunda jarang shalat ke masjid? Pernahkah Ayah-Bunda menginginkan anak rajin membaca, tapi Ayah-Bunda jarang membaca? Pernahkah Ayah-Bunda menginginkan si kecil disiplin, tapi Ayah-Bunda belum disiplin di rumah?

Orang tua adalah kunci bagi pertumbuhan si kecil. Sebab, si kecil adalah peniru yang sangat ulung. Setiap saat mata anak mengamati, telinga anak merekam, dan otak anak mencerna hal yang dikerjakan Ayah-Bunda. Maka, jangan heran kalau ada orang yang berpendapat bahwa si kecil adalah orang tua versi kecil. Saking miripnya perilaku mereka dengan kita. 

Perilaku meniru sudah dilakukan si kecil sejak lahir. Saat mereka mulai bisa melihat dunia sekitarnya, si kecil akan tersenyum ketika kita tersenyum, menggeleng ketika kita menggeleng, bahkan tertawa ketika kita tertawa. Perilaku meniru gerakan ini masih akan berlanjut hingga anak menuju usia 2 tahun.

Menuju usia 3 tahun, si kecil tak lagi menirukan gerakan. Si kecil mulai akan menirukan perilaku Ayah-Bunda terkait sopan santun dan bahasa. Sebab, di masa itu, anak mulai belajar bicara. Bila si kecil berbicara yang baik, berarti ia sering mendengar ucapan yang baik. Sebaliknya, bila si kecil berbicara kurang sopan, perkataan Ayah-Bunda-lah yang didengar dan ditirukannya.

Orang tua adalah role model alias model hidup yang dicontoh si  kecil sejak ia membuka mata hingga tidur. Pernahkah Ayah-Bunda mengeluh karena “anak susah  diberi nasihat, tidak pernah menuruti kata-kata orang-tua.”

Sebabnya, otak anak telanjur merekam apapun yang didengar, dilihat, dan diamati sejak kecil. Hal itulah yang diikuti dan ditirukan oleh mereka. Sifat alami anak ialah melakukan yang dilakukan, bukan melakukan yang diminta.

Oleh karena itu, menjadi bijak manakala kita sebagai orang tua menjadi contoh terbaik untuk anak, bukan hanya meminta anak melakukan hal-hal ideal yang kita inginkan. Mari introspeksi diri dan menjadi contoh terbaik. Semoga bermanfaat!

Oleh: Isnatul Chasanah, S.Psi.

Gambar: google

Lazismu Kabupaten Mojokerto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga Berita yang Lain

Open chat
Ada yang bisa Kami Bantu?
Selamat Datang!
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Kami melalui Whatsapp.